Kamis, 15 Desember 2011

Seleksi Galur Murni

Seleksi galur murni ditujukan untuk memperoleh individu homosigot. Bahan seleksi galur murni adalah populasi yang mempunyai tanaman homosigot sehingga pekerjaan seleksi memilih individu yang homosigot tadi. pemilihan dilakukan berdasar Fenotipe tanaman.
Galur murni dapat terjadi apabila perkawinan dalam suatu galur antara dua individu menghasilkan keturunan dengan penampilan standar yang sama dengan kedua tetuanya. Dalam perhewanan, galur murni yang memiliki catatan silsilah dapat disebut sebagai trah, misalnya seperti yang dipraktekkan dalam kinologi. Dalam pemuliaan tanaman, galur murni dapat menjadi calon kultivar baru maupun menjadi calon tetua sumber dalam pembentukan varietas hibrida atau varietas sintetik.
Kekurangan dari seleksi lini murni.
1.      Seleksi lini murni dapat untuk mendapatkan varietas baru untuk tanaman SPC dan tidak CPC dikarenakan untuk tanaman CPC perlu banyak tenaga dalam pelaksanaan penyerbukan sendiri. Serta menghasilkan lini – lini murni bersifat inbred yaitu bersifat lemah antara lain tanaman albino, kerdil, produksi rendah.
2.      Tak ada kemungkinan memperbaharui sifat karakteristik yang baru secara genetis.
3.      Varietas yang dihasilkan bersifat homosigot, oleh karena itu kurang beradaptasi diberbagai macam kondisi ( sifat adaptasinya tak begitu luas ).
Populasi campuran sebagai bahan seleksi berupa :
a)      Varietas lokal / land race : varietas yang telah beradaptasi baik pada suatu daerah dan merupakan campuran berbagai galur.
b)      Populasi tanaman bersegregasi : keturunan dari persilangan yang melakukan penyerbukan sendiri beberapa generasi.
Keuntungan / kebaikan campuran berbagai galur :
1.      > Adaptasi pada lingkungan beragam / perubahan lingkungan yang cukup besar sehingga produksi > baik.
2.      Produksi > stabil bila lingkungan berubah / beragam.
3.      Ketahanan > baik terutama penyakit.
Kekurangan campuran berbagai galur :
1.      Kurang menarik, pertumbuhan tanaman tak seragam.
2.      > sulit diidentifikasi benih dalam pembuatan sertifikasi benih.
3.      Produksi > rendah dibanding produksi galur terbaik dari campuran tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar